Belanda Tuding Tiongkok Genosida Setelah Lakukan Penahan Terhadap 1 Juta Umat Uighur

Diterbitkan menakar.com | Sabtu, 27 Februari 2021 | 3:06 WIB

 MENAKAR.COM–Parlemen Belanda pada Kamis mengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuan pemerintah Tiongkok terhadap minoritas Muslim Uighur di Tiongkok sama dengan genosida, langkah pertama yang dilakukan oleh sebuah negara Eropa.

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpencil Xinjiang.

Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh Tiongkok menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi. Sebelumnya, Kanada awal pekan ini mengeluarkan resolusi yang menyebut perlakuan Tiongkok terhadap Uighur sebagai genosida.

Namun, Tiongkok menyangkal adanya pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengatakan kamp-kampnya menyediakan pelatihan kejuruan dan dibutuhkan untuk melawan ekstremisme. ’’Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di Tiongok,’’ kata mosi dari Parlemen Belanda, yang tidak secara langsung mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok bertanggung jawab, seperti dikutip Antara dari Reuters.

Kedutaan Besar Tiongkok di Den Haag, Belanda, mengatakan pada Kamis (25/2) bahwa setiap tuduhan tentang genosida di Xinjiang adalah “kebohongan langsung” dan parlemen Belanda “dengan sengaja mencoreng Tiongkok dan mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.”

Mosi parlemen Belanda itu mengatakan bahwa tindakan pemerintah Tiongkok seperti “tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran” dan “kamp hukuman” berada di bawah Resolusi PBB 260, yang umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

Di sisi lain, Partai konservatif VVD Perdana Menteri Mark Rutte menentang resolusi tersebut. Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan pemerintah Belanda tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pengadilan internasional.

’’Situasi warga Uighur sangat memprihatinkan,’’ kata Blok kepada wartawan setelah mosi itu disahkan, seraya menambahkan bahwa Belanda berharap untuk bekerja sama dengan negara lain mengenai masalah tersebut.

Penulis mosi tersebut, anggota parlemen Sjoerd Sjoerdsma dari Partai D-66, telah secara terpisah mengusulkan untuk melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing.

’’Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap orang Uighur di China apa adanya, yaitu genosida, mencegah dunia untuk melihat ke arah lain dan memaksa kami untuk bertindak,” katanya kepada Reuters.

Sponsor

Dalam pernyataan di situs webnya, Kedutaan Besar Tiongkok di Den Haag mengatakan populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menikmati standar hidup yang lebih tinggi, dan harapan hidup yang lebih lama.

’’Bagaimana Anda bisa menyebut ini genosida? Masalah yang berhubungan dengan Xinjiang tidak pernah tentang hak asasi manusia, etnis atau agama, tetapi tentang memerangi terorisme kekerasan,’’ balas Kedubes Tiongkok. Duta Besar Tiongkok untuk PBB di Jenewa pada Rabu (24/2) menuduh kekuatan Barat menggunakan masalah Uighur untuk mencampuri urusan dalam negeri negaranya. (Antara)

Lihat di Video MENAKAR