Dini Hari, Tim pencari berhasil temukan jasad Petani yang tenggelam di Sungai BHL

Bagikan Ini ke:

SEKAYU, MENAKARCOM- Nopriadi (29), petani asal Dusun 8 Desa Epil Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, yang tenggelam di Sungai Batang Hari Leko (BHL) Desa Epil, Kamis (10/12/2020), jasadnya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia 2 kilometer dari tempat pertama tenggelam, Sabtu (12/12/2020), sekitar pukul 00.27 WIB.

Kapolsek Lais, AKP Herman Junaidi melalui Kanit Reskrim, Ipda Apriansyah SH mengatakan, korban ditemukan setelah dua hari pencarian oleh tim gabungan terdiri kepolisian, pihak Kecamatan Lais, BPBD Muba, TAGANA Dinsos Muba dan pemerintah Desa Epil serta masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian lalu korban ditemukan mengambang dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Batang Hari Leko,” kata Apri.

| BACA JUGA : Petani Tenggelam di Sungai Batang Hari Leko

Lanjutnya, setelah jasad korban dievakuasi oleh tim pencarian, pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Jasad korban telah berada di rumah duka dan telah diterima oleh keluarganya untuk dikebumikan,” ujarnya.

Diketahui, korban tenggelam saat hendak pergi ke kebun, Nopriadi (29), warga Dusun 8 Desa Epil Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, diduga tenggelam di Sungai Batang Hari Leko (BHL) Desa Epil, Kamis (10/12/2020), sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban yang diketahui punya penyakit ayan ini, tenggelam setelah perahu kecil yang dinaikinya kosong dan berputar-putar di Sungai Batang Hari Leko. (omi/palpos)

Bagikan Ini ke: