Oknum Jurnalis Muba Terjerat UU ITE Akhirnya Dieksekusi Kejari Usai Kasasi Ditolak MA

Bagikan Ini ke:

SEKAYU – Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin akhirnya resmi melakukan eksekusi terhadap salah satu Jurnalis di Musi Banyuasin, DK, Senin (8/3/2021). Eksekusi ini untuk menyelesaikan tunggakan sekaligus melaksanakan hasil putusan hukum tetap atau inkrah yang dikeluarkan Mahkamah Agung.

“Dalam putusan MA, terpidana menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara,” ujar Kejari Muba Marcos MM Simaremare SH, melalui Kasi Pidum Habibi SH didampingi Kasi Intel Abunawas SH.

Habibi menjelaskan bahwa DK sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sekayu pada 19 Agustus 2014 lalu. Majelis Hakim kala itu menilai, yang bersangkutan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik.

Atas putusan itu, DK sempat melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang, namun dalam putusan banding No. 145/PID/2014/PT PLG, Majelis Hakim justru memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sekayu tanggal 19 Agustus 2014 No.807/Pid.Sus/2013/PN.Sky.

Namun DK melakukan upaya hukum selanjutnya, yakni upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Sayangnya berdasarkan putusan kasasi No. 1434/K/PIDSUS/2015 tanggal 20 Januari 2016 dengan Hakim Tunggal Sei Murwahyuni SH MH, permohonan kasasi ditolak oleh Mahkamah Agung.

“Proses eksekusi berlangsung lancar, terpidana kooperatif dan kini sudah ditempatkan di Lapas Klas II B Sekayu,” tukasnya.

Terkait lamanya terpidana baru di eksekusi, Habibi menjelaskan bahwa yang terpenting DK akhirnya dieksekusi dan pihaknya menuntaskan tunggakan, “Ini membuktikan bahwa kita tidak ada apa-apa dalam hal ini, terbukti eksekusinya kita lakukan,” bebernya.

Sementara, Kepala Lapas Kelas II B Sekayu Jhonny H Gultom, membenarkan pihaknya telah menerima seorang narapidana berinsial DK yang diserahkan oleh Kejari Muba. “Sudah kita terima, seluruh proses administrasi selesai bahkan sudah dilakukan rapid tes antigen. DK akan melalui beberapa tahap pembinaan dan kita harap dapat berkelakuan baik,” tandas dia.

Untuk diketahui kasus yang menjerat DK berawal dari pemberitaan yang ditulisnya dengan judul H Pahri Azhari Diduga Otak Pelaku Korupsi di Kabupaten Muba, dia kemudian dilaporkan ke polisi. Dalam perjalanan kasusnya , DK kemudian sempat ditahan sebelum akhirnya ditangguhkan.

Dalam persidangan di PN Sekayu, Tim JPU Kejari Muba menuntut DK dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta Subsider 3 bulan kurungan penjara. Dalam tuntutan JPU itu, ia dinyatakan melanggar Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (3) UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Kur/sumeks.co)

Bagikan Ini ke: