Petani Keluhkan Harga Eceran Pupuk di OKU Tak Sesuai

petani
Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 28 Mei 2021

BATURAJA, MENAKAR.COM — Petani jagung di Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali mengeluhkan kenaikan harga pupuk tidak standar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mulyono seorang petani di kecamatan Lengkiti, mengaku kenaikan harga pupuk tersebut sejak 2020 yang dinilai melebihi batas HET untuk jenis urea.

“Sejak Oktober lalu agen pengecer pupuk mematok harga Rp265.000. selisih sekitar Rp38.000 dibanding harga yang dipatok pemerintah,” ungkapnya.

kepala desa Way Heling Herwandi dikonfirmasi membenarkan adanya kenaikan harga tersebut kepada menakar.com.

“Benar, ada kenaikan harga untuk pupuk urea dan Posnka,” sebutnya.

Berdasarkan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah harga pupuk urea sebelumnya Rp112.500/kampil, dan phonska Rp115.000/kampil.

Kebijakkan tersebut, diakuinya setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terhadap kenaikan harga pupuk pada tahun 2021.

“Imbasnya modal ke petani tentu memberatkan petani, ” ujarnya.

Dirinya berharap ada tindakan dari pemerintah setempat agar kenaikan ini dapat di atasi.

“Untuk masalah ini sudah membuat laporan ke Dinas Pertanian OKU, ” tandasnya. (12)

Bagikan Ini ke: