Kasus Meningkat Jam Malam di Muara Enim Dibatasi, Sanksi jika Melanggar

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 9 Juni 2021


MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim, akhirnya resmi memberlakukan jam malam guna membatasi kegiatan masyarakat di malam hari. Hal tersebut diberlakukan mengingat angka penyebaran Covid-19 terus bertambah.


Melalui Surat edaran Bupati Muara Enim Nomor 431/16/BPBD/2021 yang diterbitkan 7 Juni 2021, kegiatan masyarakat yang berada di Kabupaten Muara Enim khususnya zona merah dibatasi malam hari hingga pukul 21.00 WIB.


Dalam surat edaran tersebut mengatur pembatasan jam operasional terhadap penyelenggaraan hajatan, tempat hiburan, rekreasi, wisata kuliner malam, cafe, karaoke dan rumah makan.


“Pembatasan jam operasional diberlakukan karena wabah Covid-19 masih mengancam kesehatan warga serta sesuai instruksi mendagri nomor 12 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro,”tulis surat edaran yang ditandatangi Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU).

Berita Terkait :  Banyak Desa Terkendala Upload Data SDGs


HNU menyebut, pembatasan jam operasional kegiatan masyarakat juga untuk mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 ditingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran wabah.


Oleh karenanya dirinya meminta penyelenggara hajatan, pemilik , pengelolah atau pengusaha tempat hiburan, rekreasi, kuliner malam, cafe, karaoke, dan ruah makan menghentikan operasional setiap hari hingga maksimal pukul 21.00 WIB. “Dikecualikan tempat ibadah, kegiatan yang berhubungan dengan sembako, kesehatan dan objek vital lainnya,”ungkapnya.

Berita Terkait :  Banyak Desa Terkendala Upload Data SDGs


Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat penyelenggara hajatan serja pemilik, pengelolah atau pengusaha tempat hiburan dan restoran menerapkan protokol kesehatan 5 M. Yakni memakai Masker, Mencuci Tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi. “Kemudian menyediakan hand sanitizer atau sarana cuci tangan untuk pencegahan antisipasi penyebaran corona,”tuturnya.


HNU memastikan jika masyarakat ataupun pengusaha terbukti melanggar pembatasan jam operasional, maka Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap memberikan sanksi. “Pihak yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tersebut datas akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, demikain disampaikan untuk menjadi perhatian,”tutup HNU.(ozi)

Bagikan Ini ke: