Sabar Insentif Guru Honorer se-Sumsel Belum Dicairkan, Ini Penyebabnya

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 9 Juni 2021

Palembang-Menakar.com, Pembagian Insentif guru honorer Sekolah Menengah Atas Kejuruan (SMK-SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sumsel belum dapat dicairkan.

Alasan tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi melalui Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Emzen mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan perancangan regulasi hukum itu bersama DPRD Sumsel dan pemerintah daerah.

“Sekarang dana itu sudah ada. Namun belum bisa dicairkan karena masalahnya belum ada regulasi hukum yang mengatur pencairan uang insentif tersebut. Kita bersama DPRD Sumsel, pemerintah daerah tengah mengupayakan perancangan dasar hukumnya,” kata Emzen kepada SUMEKS.CO, Rabu (9/6) di Asrama Haji, Palembang.

Selama proses itu berlangsung di DPRD Sumsel, tambah Emzen, sementara rencana pemberian insentif ini di-pending. Hingga ada kejelasan landasan hukum pencairan untuk diberikan kepada lebih dari 7.500 guru honorer.

“Untuk sementara ini kita pending dulu, kita carikan solusi lain. Kami mengupayakan insentif guru honorer tetap dihitung dari Januari. Total ada Rp2 miliar, besaran per bulannya Rp200 ribu/guru. Bila bisa ditambah, kita tambah lagi,” janjinya.

Dia menjelaskan, bila tidak ada kendala yang berarti dalam proses penyiapan regulasi di DPRD, paling cepat bulan depan sudah bisa dicairkan. Maka untuk itu, guru honorer diimbau untuk memastikan ATM pribadinya aktif. Karena akan ditransfer ke rekening tidak melalui perantara.

“Jangan sampai atm nya tidak aktif. Kita upayakan bulan depan paling cepat pencairannya. Tidak ada pelantaran langsung dari pemerintah ke rekening guru yang terdaftar itu,” tandasnya.(sumeks.co)

Bagikan Ini ke: