Sudah Diperingati, PETI Masih Beroperasi, 6 Orang Ditahan

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 11 Juni 2021

MUARA ENIM – Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU), benar-benar geram olah oknum pemgusaha dan masyarakat yang kembali melakukan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

 Padahal sebelumnya HNU sudah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pelarangan. Namun ternyata tidak digubris dan dilanggar di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung,  Kabupaten Muara Enim.

Sidak yang kedua kali, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini bersama Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar SIK dan Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Erwin Iswari SSos MTr (Han) tampak geram dan langsung mengintrogasi pelaku penambangan batubara illegal serta melakukan penahanan sebanyak 6 orang dan 1 unit alat berat.“Kamu tau tidak perkerjaan yang dilakukan ini salah dan mengerti aturan tidak.

Itu modus (HNU menjawab asalan pelaku penambang batubara illegal yang mengaku baru tiga hari bekerja di dilokasi tambang batubara illegal),” bentak HNU dengan nada tinggi kepada pekerja tambang batubara illegal.HNU menegaskan, PETI ini illegal namanya illegal tidak boleh dan dilarang. “Peti ini illegal ya, tapi tersangkut di dalamnya ada hajat hidup masyarakat. Namun meski begitu, hentikan dulu aktivitas PETI, sampai ada solusi dan jalan keluarnya,” ujar HNU usai beraudensi dengan pengurus PWI Muara Enim, Kamis (10/6).

HNU menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencarikan jalan keluar atau solusi dalam permasalahan PETI ini, bagaimana kedepan bisa menjadi usaha yang legal. Untuk sementara ini, solusinya apakah bisa melalui BUMDES atau melalui koperasi yang didalamnya memiliki aturan dan ketentuan yang terkoordinasi sesuai aturan yang ada. “Dengan demikian kegiatan eksplorasinya menjadi legal, masyarakat yang bekerja disini juga bisa tenang,” pungkasnya.

Kenapa ini musti dilegalkan dan resmi, karena dalam eksplorasi tambang ini membutuhkan kemampuan teknologi dan pemikiran dari orang yang menjadi benar-benar berkompeten dalam bidang ini sehingga ke depan tidak diharapkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa sebagaimana yang terjadi selama ini.“Kita tidak ingin lagi ada korban jiwa akibat kegiatan PETI. Semua, akan dicarikan solusinya. Masyarakat dapat bersabar dan jangan terus melakukan aktivitas PETI seperti ini lagi,” tegasnya.

Mengenai adanya keluhan masyarakat yang takut untungnya kecil setelah dilegalkan, lanjut HNU, sebenarnya itu pilihan. Sebab lebih baik untungnya kecil tapi legal dan aman dari pada untungnya besar tefapi ilegal dan tidak aman karena akan berhadapan dengan hukum. “Lemak untung besak tapi illegal keno ditangkap apo lemak untung kecik tapi legal, nah pilih la. Syukuri apa yang kita dapat walaupun kecil, sebab itu sudah diatur semua oleh Allah SWT,” tandasnya.(ozi)

Bagikan Ini ke: