Bangun Pompa Tanpa Listrik Untuk Mengairi Sawah Aktif 24 Jam

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 30 Juni 2021

Sumsel – Program cetak sawah menjadi fokus utama desa Negeri Ratu untuk menuju desa mandiri. Program ini juga diyakini mampu menjadi peluang bisnis yang dikelola BUMDes.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah desa untuk mewujudkannya. Salah satunya dengan membuat pompa air tanpa listrik dan tanpa bahan bakar minyak (BBM).

Kades Negeri Ratu, kecamatan Lengkiti, Zainal Ali menerangkan cara warga membuat pompa air tanpa listrik dan
BBM untuk memenuhi kebutuhan air ke sawah. Saat ini, Kecamatan Lengkiti belum memiliki lahan sawah untuk
ditanami padi. Hal ini dikarenakan kawasan ini sulit dibangun saluran irigasi. Sehingga, kata Zainal, perlu
dilakukan inovasi dan terobosan baru.

“Dengan memanfaatkan pompa (hidram) untuk pemompa air, kebutuhan air untuk
mengairi sawah tidak lagi memerlukan mesin listrik atau mesin yang membutuhkan BBM untuk menggerakkannya,” ungkap Zainal.Inovasi pompa hidram dimanfaatkan Zainal sebagai modal untuk memulai program percobaan cetak sawah.

Dijelaskannya, pompa tersebut mampu mengalirkan air dari
anak sungai menuju sawah hingga 30 liter/menit selama 24 jam.Menurutnya, cetak sawah mampu menjadi penompang ekonomi untuk desa Negeri Ratu. Sehingga ia bersama petani yakin bia membuka lahan seluas tiga hektar untuk ditanami padi.

Zainal menyebutkan, jika lahan seluas 600 hektar ditanamai padi, maka desa ini bisa menghasilkan beras sekitar 30 ribu ton. “Jika 1 hektar lahan menghasilkan 5 ton beras, maka setiap panen, desa ini akan menghasilkan 30 ribu ton beras,” pungkasnya. (*)

Bagikan Ini ke: