Pembatasan Jam Malam Dikeluhkan Pedagang

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan menakar.com | 13 Juni 2021


MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim mulai tegas menertibkan masyarakat yang melanggar pemberlakuan jam malam. Sesuai Surat Edaran Bupati Muara Enim Nomor : 443.1/16/BPBD/2021 tentang pembatasan jam operasional bagi cafe, tempat makan atau pedagang kuliner di Muara Enim harus menghentikan jam operasional setiap hari pukul 21.00 WIB demi mencegah penyebaran wabah Covid-19.


Guna memastikan edaran tersebut dipatuhi warga, Tim Satgas Covid-19 beserta personel gabungan Sat Pol PP, TNI dan Polri melakukan pengecekan disejumlah titik keramaian kota Muara Enim pada Sabtu (12/6) malam. Hasilnya masih banyak masyarakat terutama pada pedagang yang beraktivitas atau berjualan melewati jam 9 malam.
Pantauan di kawasan jalan Jendral Sudirman, Kota Muara Enim, banyak terdapat pedagang makanan yang masih berjualan diluar batas surat edaran. Namun para pedagang tersebut akhirnya diminta petugas untuk menutup usahanya karena melanggar ketentuan batas jam operasional.


Meski ditemukan protes dan keluhan sana-sini dari para pedagang, namun penertiban tetap berlangsung kondusif. Menurut pedagang makanan yang enggan disebutkan namanya, pemberlakuan jam malam yang diterapkan beberapa hari terakhir sangat menekan omset berjualan sehari-hari. “Karena jam malam pembeli berkurang sehingga pendapatan kami terjun bebas imbas dari kebijakan ini,” kata pria yang berdagang selama 7 tahun tersebut.


Untuk itu, dirinya mewakili pedagang makanan lainnya meminta pemerintah daerah mengevaluasi kebijakan tersebut. “Memang saat ini situasi Covid-19, tapi kami juga perlu makan, ekonomi kami harus jalan, terlebih dagangan kami memang larisnya malam hari, jadi kami perlu solusi,”tegasnya.


Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar SIK, mengatakan pengecekan dibeberapa titik keramaian kota Muara Enim guna memastikan surat edaran Bupati Muara Enim Telah diketahui dan ditaati oleh warga.


“Kami ingin memastikan di dua Kecamatan zona merah yakni Muara Enim dan Kecamatan Lawang Kidul Telah mengetahui dan menjalani surat edaran Bupati Muara Enim tentang pemberlakuan jam malam bagi tempat-tempat berkumpul di malam hari,”kata Kapolres.


Menurut Kapolres, Bupati Muara Enim sudah mengeluarkan surat edaran pemberlakuan jam malam kepada beberapa tempat kumpul masyarakat demi mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.


“Beberapa hari ini kita sudah melakukan sosialisasi dan 2 malam ini saya harapkan dapat memberikan ketegasan kepada masyarakat, bahwa surat edaran tersebut bukan sekedar untuk dibaca-baca saja,” tambahnya
Lebih lanjut, tim Satgas Covid-19 terdiri TNI dan Polri hadir untuk memastikan himbauan surat edaran tersebut sudah ditaati untuk keselamatan masyarakat terutama yang berdomisili dikecamatan zona merah.


“Pemberlakuan jam malam yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyikapi tingginya angka kasus Covid-19 efektif membatasi aktivitas, kami berharap masyarakat sepenuhnya mendukung itu,”terangnya.


Disisi lain, masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker mendapat sanksi hukuman oleh tim gabungan. Mau tidak mau, sanksi hukuman push up sebanyak 25 kali harus dilakukan sebagai warning kepada masyarakat agar mentaati protokol sehatan sesuai ajuran pemerintah. Selain itu, tim gabungan juga mengamankan anak punk langsung digiring ke Mapolres Muara Enim. (ozi/enimekspres)

Bagikan Ini ke: