Kasus Pembunuhan Petani Cabe di Prabumulih Terungkap ini Motif Pelakunya

Bagikan Ini ke:

Diterbitkan Selasa, 23 Februari 2021 : 17:39 WIB ,

PRABUMULIH – Romadon Jailani (42), petani cabe yang tewas di bunuh di Kebun Cabe Jalan Pelangi Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur terungkap.

Sponsor

Sponsor

Warnel alias Menel (37) Ditetapkan sebagai pelaku yang tak lain merupakan rekan korban. Tercatat sebagai warga Dusun 08 Lereng Kolot RT 08/RW 08 Kelurahan Sukamarta, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur diback up Resmob Polda Banten menangkap tersangka di kandang ayam milik Oman berada di Jalan Raya Anyar Desa Kosambi Pondok, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin (22/2/2021), sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah berhasil diamankan tersangka langsung digiring ke Polsek Prabumulih Timur. untuk diproses hukum guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Berita Terkait :  Atap Rumah Melayang Diterjang Angin

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi SH MH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Haryoni mengungkapkan, tertangkapnya kasus ini tak lepas jerih payah penyelidikan dilakukan anggotanya. Dan, selama seminggu berada di Kabupaten Serang mengendus keberadaan tersangka hingga tertangkap.

“Hasil intrograsi terhadap tersangka, motifnya tersangka kesal karena korban sering menghubungi istrinya. Karena, cemburu akhirnya pada 28 Desember silam, sekitar pukul 00.30 WIB. Tersangka Menel, mendatangi pondok korban melihat korbannya sedang tidur lalu tersangka memukul korban dengan sebaik kayu hingga kepala korban pecah.

Dan, tubuh korban mengalami luka penganiayaan sehingga akhirnya meninggal dunia,” tukasnya sambil mengingatkan masyarakat, untuk mengontrol emosi sehingga tidak terjadi perkara pidana tidak diinginkan.

Akibat ulahnya, kata Herman, Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP. “Ancaman penjaganya, selama 15 tahun. Kasusnya, masih terus kita kembangkan,” pungkasnya.

Sponsor

Dihadapan petugas, tersangka Menel mengaku, kesal dengan korban berkali-kali telpon dengan korban. “Akibat dia (korban, red), sering telpon dengan istri saya. Kita jadi ribut, hingga akhirnya saya meninggalkan rumah,” kilahnya.

Berita Terkait :  Kepergok Maling Sawit, Pemiliknya Dibacok

Korban juga, kata dia, sempat ditanyai dan mengakui, sering berkomunikasi dengan istrinya. “Ketika ditanya, sempat marah makanya saya kesel. Dan, berbuat nekat menganiaya dia hingga meninggal dunia ketika dia tidur. Saya pukul pakai balok kayu. Hanya dipukul sekali pakai kayu, dan lalu dengan tangan. Dan, kabur meninggalkan korban di rumahnya dengan membawa sepeda motor korban,” akunya. (03)

iklan

iklan

Sponsor