Khaman Siap jadi Ikon Baru Batik Serasan

Bagikan Ini ke:


MUARA ENIM – Perkembangan industri kain batik di Kabupaten Muara Enim kian beragam. Setelah beberapa batik serasan motif tengkiang, padi dan kopi semende me-nasional, kini yang teranyar muncul batik khaman.
Motif batik Khaman terinspirasi buah ganda ria merupakan hasil karya pengrajin Desa Lubuk Raman binaan TP PKK Kecamatan Rambang Niru, Muara Enim.


Bupati Muara Enim H Juarsah, menyampaikan dukungan pengembangan batik khaman. Bahkan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ingin batik khaman menjadi salah satu ikon batik Kabupaten Muara Enim.
“Saya mengusulkan agar Batik Khaman khas Lubuk Raman ini dapat dipamerkan dan mengisi gerai pusat oleh-oleh Kabupaten Muara Enim sehingga mendapat tempat dan dapat dikenal luas,”kata Juarsah saat meninjau kelompok ekonomi kreatif Karang Taruna Desa Lubuk Raman, Rabu (3/2).

Sponsor

Sponsor


Sementara Ketua Karang Taruna Lubuk Raman, Hengkri Triansyah mengatakan, ide batik khaman berangkat dari sebuah keinginan mengangkat ciri khas Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim.

Berita Terkait :  Kronologis Dua Pengedara Motor Diseret Babaranjang


Untuk itu Karang Taruna desa setempat membuat kelompok ekonomi kreatif yang memproduksi batik cap dan batik ecoprint motif buah khaman (Buah Ganda Ria, red). “Melalui batik ini, kami ingin mengangkat nama Desa Lubuk Raman menjadi lebih dikenal, selain sektor perkebunan juga sebagai sentra penghasil batik untuk mendukung sektor pariwisata daerah ke depan,”ujarnya.


Sejarah desa tempat tinggalnya itu tak lepas dari adanya buah yang tumbuh dan dikenal dengan nama Khaman. Di sisi lain, mereka juga akan menggali identitas lain melalui budaya yang ada di tengah kehidupan masyarakat.


“Motif-motif khas lain juga akan kita angkat, seperti budaya melemang setiap acara sedekah dusun. Terus untuk produksi batik ecoprint kami juga memanfaatkan warna dari tumbuhan yang ada. Misal daun sukun, daun pepaya, daun durian, daun sirsak, dan daun duku. Semua sudah kami coba dan terus kami kontrol supaya menghasilkan produk yang berkualitas,” ulas Hengkri.

Berita Terkait :  Lagi, Warga Muara Enim Diseret Kereta Api Tempat Kejadian yang Sama


Hengkri berharap, kelompok batik Desa Lubuk Raman dapat dilirik oleh pemerintah setempat agar dapat membantu pemasaran. Dengan demikian juga dapat menyerap tenaga kerja lokal. “Pemasaran kita masih terbatas, baru menggunakan media sosial. Akan tetapi nanti kita akan membuka gerai di Pasar Kalangan Desa Lubuk Raman,” kata Hengki.

Sponsor


Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim, Isdrin, ST mengatakan, selain menggali sektor wisata di Kabupaten Muara Enim, Pemda melalui OPD-nya juga mengembangkan sektor UMKM ekonomi kreatif yang ada di desa dengan melibatkan pemerintah desa dan karang taruna.


“Kegiatan Ekraf di Desa Lubuk Raman ini hanya salah satunya, melalui pelatihan membatik yang kita berikan mudah-mudahan bisa memotivasi pemuda desa untuk berdikari. Mendirikan usaha sendiri dan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi di wilayahnya,” ucap Isdrin. (ozi)

Sponsor