Siap-siap Jual ‘Lem Aibon’ Harus Ikuti Aturan ini

Bagikan Ini ke:

PRABUMULIH – Kebakaran rumah yang dilakukan oleh Adi Saputra (20), yang tak lain anak kandung dari pemilik rumah Suryanto (43), warga Jalan Basuki Rahmat RT 03 RW 01 Kelurahan Tanjung Raman diharapkan tak lagi terjadi di Kota Prabumulih.

Apalagi, kejadian tersebut dipicu karena kecanduan lem aibon. “Kita harapkan  ini kejadian yang terakhir di Prabumulh,” kata wakil Ketua DPRD H Ahmad Palo SE, Selasa (9/2/2021).

Sponsor

Sponsor

Palo menuturkan, apa yang telah terjadi diharapkan dapat dijadikan pembelajaran bagi pemerintah kota dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. “Untuk dinsos tentu diharapkan ada pembinaan bagi anak-anak yang kecanduan aibon. Dan untuk dinas pendidikan bahwa pendidikan itu tidak hanya formal disekolah, tapi pendidikan agama sangat perlu sehingga anak-anak tidak hanya cerdas tapi juga memiliki akhlak yang baik,” harapnya yang juga mengatakan peran orang tua dalam mendidik anak juga tak kalah penting dan utama.

Berita Terkait :  Petani Kopi Kabupaten Lahat Ditemukan Tewas di Kebun

Disinggung terkait maraknya penyalahgunaan aibon di Kota Prabumulih, terlebih pengguna banyak anak-anak dibawah umur. Apakah perlu dilakukan tindakan? Dengan tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini  menuturkan penyalahgunaan zat adiktif psikotropika termasuk aibon sudah diatur dalam Peraturan Daerah (perda).

Sehingga lanjut dia, penegak perda bisa melakukan tindakan penertiban. “Kitakan sudah ada intrumennya kita sudah ada perda terkait itu. Sudah kita buat perda itu, kita harapjan  ini menjadi dasar bagi penegak perda baik Pol PP, maupun dinsos untuk melakukan razia terhadap anak-anak yang menggunakan aibon. Aibon termasuk didalam perda yang kita buat,” terangnya.

Lalu terkait penjual aibon sendiri, Palo berharap agar pedagang lebih selektif. “Tanyakan apakah memang karena disuruh orang tua, atau untuk disalahgunakan. Harapan kita juga seperti itu,” tukasnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Drs A Heriyanto MM, melalui Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Firmansah Putra SE MSi menyampaikan, pihaknya siap membantu rehabilitasi akibat ketergantungan baik Aibon maupun narkotika. Jadi kalau ada kalau ada masyarakat yang butuh rehabilitasi akibat ketergantungan baik Aibon maupun narkotika, laporkan ke KeBidang Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Prabumulih Lantai 8. Kita sudah ada rumah rehabilitasi, akan dibantu sampai pulih di Rumah pemulihan Bina Sriwijaya,” tukasnya.

Sponsor

Seperti diberitakan sebelumnya,  kasus kebakaran di Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih terjadi karena pelaku atas nama Adi Saputra (20) tak diberi uang untuk membeli lem aibon.

Berita Terkait :  Petani Kopi Kabupaten Lahat Ditemukan Tewas di Kebun

Hal itu diungkapkan langsung oleh pemilik rumah sekaligus kedua orang tua Adi saputra yakni Asmawani (38) dan Suryanto (42). Kepada Prabumulih Pos, Suryanto menuturkan pembakaran bukan pertama kali dilakukan oleh Adi. Bahkan, Adi sering mengancam membakar rumah bila tidak diberi uang untuk membeli aibon. (08)

Sponsor