Sirkuit Baru Formula 1 Rio de Janeiro Batal

Bagikan Ini ke:

Sebelumnya, Rio de Janeiro yang merupakan kota terbesar kedua di Brasil, berharap untuk mempromosikan pantai-pantai di wilayahnya, serta kehidupan malam dan kemewahan dengan ‘mencuri’ balapan paling bergengsi di dunia itu dari Sao Paulo.

Namun, proyek membangun sirkuit di hutan Camboata, yang didukung oleh sosok ekstrem kanan Presiden Jair Bolsoreno dan mantan Wali Kota Marcelo Crivella, telah memicu protes terkait dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan.

Tokoh sentris baru Wali Kota Eduardo Paes, yang mulai menjabat pada 1 Januari, kehilangan sedikit waktunya untuk membatalkan rencana itu, yang telah mengalami sejumlah penundaan akibat sejumlah laporan dampak lingkungan yang negatif.

“Kami perlu bicara tentang mengembalikan ruang hijau, bukan malah menghancurkannya,” demikian pernyataan pemerintah kota setempat.

Balai kota juga telah menginstruksikan lembaga lingkungan negara bagian Rio de Janeiro (Inea) untuk menunda proses perizinan untuk trek balap tersebut.

Mereka menekankan hutan Camboata, yang berada di bagian barat kota, merupakan rumah dari ratusan spesies, termasuk 14 spesies tanaman yang terancam.

Keputusan tersebut praktis menyudahi upaya Rio untuk menggelar kembali Grand Prix F1 Brasil di kota tersebut, yang terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1989.

“Proses ini dipimpin oleh balai kota, dan kami sekarang secara formal mengatakan kami tidak akan mengejarnya lebih lanjut,” kata seorang pejabat kepada AFP.

Formula 1 pada tahun lalu telah memperpanjang kontrak dengan Sirkuit Interlagos di Sao Paulo untuk menggelar balapan hingga 2025.

Sponsor

Batalnya Rio menjadi kemenangan bagi rival utama Bolsorano, Gubernur Sao Paulo Joao Doria, dan pukulan berat bagi Sang Presiden, yang berjanji membawa kembali Grand Prix ke Rio, kota asalnya, mulai dengan balapan pada 2020 yang pada akhirnya ditunda karena pandemi COVID-19.

Formula 1 pertama kali menghelat Grand Prix Brasil pada 1972 di Interlagos, sebelum pindah ke Rio pada 1979 dan mulai 1981 hingga 1989 dipindahkan kembali ke Sao Paulo. (antara/jpnn)

Lihat di Video MENAKAR